Sabtu, 26 Mei 2012

TERIRIS LUKA



Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu
Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…
Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu
Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…
Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….
Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..
Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja
Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..
Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???
Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar vdari mana pun…
Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…

AKU PERGI


Setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu
Kini semua terasa tiada Makna yang terendap lama
Dan mendekam dalam gugusan matahari
Tak lagi bisa kuraba
Semua seperti kembali kosong
Harapanku akanmu,Seperti menemui titik penghabisannya
Apa gerangan yg terjadi?
Tiba-tiba aku enggan mengumbar rinduku
Tiba-tiba aku ingin berhenti mencintaimu
Mungkinkah karena sikapmu yg makin lama tak lagi membiusku
Perlahan menghilang di balik dusta
Auramu yg makin pudar oleh sikap tak pasti
Angkuhmu melemahkanku
Bisumu menyurutkan langkahku
Aku lebih baik pergi

Kamis, 01 Desember 2011

PESAN LORD BADEN‐POWELL OF GILWELL YANG TERAKHIR

Para pramuka yang kucinta !

Jika kamu pernah melihat sandiwara “Peter Pan”, maka kamu akan ingat mengapa Pemimpin Bajak Laut selalu membuat pesan‐pesan terakhirnya sebelum ia meninggal, karena ia takut tak akan sempat lagi mengeluarkan isi hatinya, kalu tiba saatnya ia menutup mata nanti.
Demikian halnya dengan diriku. Meskipun waktu ini aku belum meninggal, namun saat itu akan tiba juga bagiku. Oleh karenanya aku ingin menyampaikan sekedar kata‐kata perpisahan untuk minta diri kepadamu.
Ingatlah, bahwa ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu renungkanlah !
Saya telah memiliki kehidupan yang sangat bahagia dan harapanku mudah‐mudahan kamu sekalian
masing‐masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu seperti aku.
Saya yakin, bahwa Tuhan menciptaan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan ataupun dari kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan ialah dengan membuat dirimu sehat dan kuat, lahir dan batin sejak kamu masih anak‐anak, sehingga kamu dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup jika kamu kelak telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan kesadaran dalam hatimu, betapa banyak keindahan dan keajaiban yang diciptakan
Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya ! Bersyukurlah dengan sesuatu yang telah kamu dapatkan dan berbuatlah yang terbaik atas apa yang telah kamu dapatkan.
Lebih baik melihat suatu hal dari sisi baiknya daripada dari sisi buruknya. Cara yang benar untuk memperoleh kebahagiaan ialah dengan membahagiakan orang lain. Berusahalah agar kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada ketika kamu datang. Dan ketika tiba giliranmu untuk meninggalkan dunia ini, maka kamu akan meninggal dengan hati bahagia karena ketika masih hidup kamu tidak menyia‐nyiakan waktumu, tetapi telah kamu gunakan dengan sebaikbaiknya.
SEDIAlah dengan cara ini, untuk hidup bahagia dan meninggal dengan bahagia pula.
Letakanlah niat ini senantiasa dalam Janji/Satya Pramukamu, meskipun kamu sudah bukan anakanak lagi, dan Tuhan akan selalu menganugerahi pertolongan kepadamu dalam melaksanakan niatmu.


Temanmu,
Baden‐Powell Of Gilwell


(pesan ini ditemukan diantara kertas‐kertas Baden‐Powell, sesudah beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941)

KEPRAMUKAAN DAN PROSES PENGEMBANGANNYA

I. PENDAHULUAN
1. Gerakan Pramuka didirikan oleh para tokoh Pandu dari berbagai Organisasi Kepanduan di Indonesia yang didorong oleh karena Adicita Bangsa, suatu cita-cita luhur Bangsa Indonesia, ialah:
a. Persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan yang adil dan makmur, materil dan spirituil, serta beradab melalui pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mulai bangkit dan Siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo 20 Mei 1908.
b. Adicita Bangsa merupakan dorongan para pemuda Indonesia melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 untuk lebih Menggalang persatuan merebut kemerdekaan.
c. Dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan Nusa dan Bangsa Indonesia yang di Proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan karunia dan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
d. Gerakan Kepanduan Nasional mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para Pandu ke medan juang bahu membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan Adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan memandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gerakan Pramuka sebagai kelanjutan dan pembaharuan Gerakan Kepanduan Nasional dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Pendidikan dalam Gerakan Pramuka dilaksanakan lewat Kepramukaan untuk mencapai tujuannya, ialah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak.

3. Pendidikan dalam Gerakan Pramuka dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan sepanjang hayat yang berkesinambungan atas peserta didik baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dengan sasaran menjadikan mereka sebagai manusia mandiri, peduli, bertanggung-jawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.



II. MATERI POKOK
1. Pelaksanaan pendidikan dalam Gerakan Pramuka dilakukan lewat kepramukaan dengan harapan pada peserta didik akan timbul kesadaran bahwa:
a. Yang dihasilkan dari proses pendidikan ialah adanya peningkatan ketahanan pada bidang mental/spiritual, moral, pisik, intelektual, emosi dan sosial.
b. Proses pendidikan tidak sama dengan proses pengajaran.
c. Pendidikan lewat kepramukaan pada hakekatnya dilakukan oleh peserta didik sendiri, karena peserta didik difungsikan oleh pembinanya sebagai subyek pendidikan, merekalah yang merencanakan kegiatan dan mereka pula yang melaksanakannya, sedang pembina berfungsi sebagai pembimbing, fasilitator, konsultan dengan pemasok metode apa yang tepat digunakan pada masing-masing acara kegiatan tersebut.

2. Gerakan Pramuka menggunakan pertemuan sebagai alat pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka karena proses pendidikan terjadi pada pertemuan yang interaktif dan komunikatif.
Pertemuan interaktif dan komunikatif yang bersifat edukatif dilaksanakan dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang berkesinambungan, teratur, terarah dan terencana yang dilakukan oleh dan untuk peserta didik sendiri dengan dukungan orang dewasa yang bertindak sebagai mitra mereka.

3. Kepramukaan merupakan:
a. Proses kegiatan belajar sendiri yang progresif (maju dan meningkat) bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, yaitu adanya pengembangan mental/spiritual, moral, pisik, intelektual, emosi dan sosial yang akan sangat bermanfaat bagi diri mereka baik sebagai individu maupun anggota masyarakat yang mandiri, peduli, bertanggungjawab dan memegang teguh komitmennya.
b. Sistem pembinaan dan pengembangan sumber daya (potensi) kaum muda agar menjadi warga negara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat.

4. Keberhasilan kepramukaan ditentukan oleh efektif dan efisiennya pertemuan interaktif dan komunikatif peserta didik.

5. Kepramukaan merupakan proses pendidikan sepanjang hayat
a. Kepramukaan merupakan pelengkap pendidikan di sekolah dan pendidikan dalam keluarga; dengan demikian kegiatan kepramukaan harus mampu mewadahi dan mengisi kebutuhan peserta didik yang tidak terpenuhi pada kedua pusat pendidikan tersebut.
b. Melalui kepramukaan peserta didik menemukan dunia lain di luar ruangan kelas (sekolah), mereka saling bertukar pendapat, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam proses pendidikan.
c. Kepramukaan mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik, mengembangkan minat melakukan penelitian untuk mendapatkan temuan-temuan pengembangan kreativitas dalam bidang teknologi maupun sosial budaya, pengembaraan/penjelajahan, serta pengabdian masyarakat.
d. Kepramukan sebagai proses pendidikan mandiri dalam bentuk kegiatan kreatif, rekreatif yang edukatif, harus dirasakan oleh peserta didik sebagai sesuatu yang menyenangkan, menarik, tidak menjemukan, dan tidak adanya paksaan dalam bergiat dan berlangsung secara berkesinambungan sepanjang hayatnya.

7. Proses Pengembangan Kepramukaan
a. Abad ke-21 adalah abad peningkatan kemajuan teknologi canggih, komunikasi canggih dan liberalisasi ekonomi yang tidak mengenal batas negara, hal ini pasti berdampak positif dan negatif. Dampak positif maupun negatif dari peningkatan kemajuan tersebut akan merupakan tantangan berat terhadap perkembangan dan pertumbuhan bidang ekonomi, sosial, budaya suatu negara yang sedang berkembang.
Tantangan yang dihadapi masyarakat khususnya masyarakat kaum muda antara lain:
1) masalah kependudukan;
2) meningkatnya kebutuhan;
3) meningkatnya penyakit;
4) meningkatnya penyalahgunaan obat terlarang/narkoba;
5) meningkatnya tingkah laku sosial;
6) perubahan nilai sosial;
7) masalah lapangan kerja;
8) pelestarian alam dan lingkungan;
9) kepedulian sosial.

Tantangan-tantangan ini berdampak luas terhadap perkembangan mental/spiritual, moral, fisik, intelektual, emosi, sosial kaum muda baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, padahal kaum muda adalah pelaku dan pengelola proses kehidupan serta penghidupan bangsa dan negara dimasa mendatang.
b. Dalam menghadapi tantangan tersebut, kepramukaan perlu dipertajam dengan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan IMTAQ dan IPTEK.
c. Dengan mengantisipasi adanya tantangan yang timbul pada abad ke 21 tersebut, Gerakan Pramuka pada Musyawarah Nasional VI di Jakarta menetapkan kebijakan perlunya disusun:
1) paradigma baru;
2) visi baru;
3) misi baru;


d. Paradigma baru, visi baru, misi baru Gerakan Pramuka tertampung pada:
1) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
2) Rencana Strategik Gerakan Pramuka 1999 - 2004 "Panca Karsa Utama".
3) Pendidikan Nilai Gerakan Pramuka.
e. Dalam menghadapi kepramukaan abad ke-21 Renstra 1999 - 2004 menetapkan prioritas program peningkatan mutu penyelenggaraan kepramukaan pada ketahanan mental, moral, fisik, intelektual, emosi dan sosial, sehingga para peserta didik mampu menghadapi tantangan yang timbul dalam abad ke-21 tersebut dengan jalan menyajikan kegiatan yang efektif dan efisien yang memberikan pengalaman totalitas kepada para Pramuka yang sasarannya menjadikan mereka sebagai kader bangsa yang sekaligus kader pembangunan yang memiliki:
a. sikap dan moral Pancasila;
b. keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang Pancasilais;
c. keterampilan kepramukaan;
d. sikap dan jiwa kewirausahaan.

8. Kepramukaan merupakan suatu sistem pendidikan (Scouting An Educational System)
Kepramukaan akan dapat dilaksanakan dengan baik bilamana unsur-unsur yang didalamnya saling berperan aktif dan terkait satu dengan yang lain.
Unsur-unsur kepramukaan tersebut adalah:
a. Peserta didik sebagai subyek pendidikan;
b. Program Kegiatan Peserta Didik (PRODIK), yang menarik dan menyenangkan, yang disusun oleh peserta didik dengan bimbingan dan bantuan Pembina Pramuka;
c. Prinsip Dasar Kepramukaan & Metode Kepramukaan;
d. Kode Kehormatan Pramuka;
e. Pembina Pramuka;
f. Masyarakat;
g. Alam terbuka;
Dalam kegiatan kepramukaan unsur-unsur tersebut di atas, saling menunjang, saling mendukung dan mengait sehingga akan terjadi suasana kegiatan yang kreatif-rekretif dan edukatif.

III. PENUTUP
1. Kepramukaan adalah suatu gerakan, suatu proses, suatu aktivitas yang dinamis dan selalu bergerak maju.
2. Kepramukaan sebagai proses pendidikan dalam bentuk kegiatan bagi remaja dan pemuda itu dimanapun dan kapanpun selalu berubah sesuai dengan kepentingan, kebutuhan dan kondisi setempat serta memberikan darma dan bakti sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
3. Dalam kepramukaan, para anggota dewasa (Pembina Pramuka) tidak hanya mendapat kesempatan untuk beribadah dalam membantu kaum muda, tetapi juga menghadapi tantangan dalam membina berinteraksi dan saling pengertian dengan kaum muda sebagai mitra mereka .

KEPUSTAKAAN/REFERENSI
1. Keputusan Presiden RI No. 34 Tahun 1999 tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 107 Tahun 1999, tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

3. Scouting "AN EDUCATIOBAL SYSTEM"

4. Makalah "Kepramukaan Dalam Abad ke- 21 Yang Penuh Tantangan"
Drs. H. Endy R. Atmasulistya, Kepala Lemdikanas.

5. Napitupulu, Washington P, Prof Dr. PENDIDIKAN NILAI GERAKAN PRAMUKA - Jakarta, Kwarnas1999

Jumat, 17 Juni 2011

ADA GULA ADA SEMUT

Para Pemain:

Narator : ……………………………………..(Di belakang panggung. Suaranya tegas dan jelas)

Aisyah (Agung) : ……………………………(Banci, polisi yang menyamar, gagah)
Penjahat 1 : ………………………………… (Galak, jagoan, tapi bodoh)
Penjahat 2 : …………………………………(Penakut, curang, licik)

Aisyah : ………………………………(Tokoh utama: ayu, penurut, alim, pendiam, lembut)
Hesty : ……………………………………….(Teman Aisyah: kaya, sombong)
Diana : ………………………………(Teman Aisyah: tomboy, jagoan, sombong)
Rina : ………………………………..(Teman Aisyah: pintar, sombong)

Fahri : ……………………………….(Tokoh utama: hitam, bewokan, jelek, tapi percaya diri, pemimpin)
Iwan Fulus : ……………………………….(Teman Fahri: Kaya, sombong)
Joko Kwat : ………………………………..(Teman Fahri: macho, jagoan, sombong)
Raden Pintar : ……………………………(Teman Fahri: pintar, sombong)

Guru 1 :………………………………………..(Laki-laki: selalu tampak bingung, sok sibuk)
Guru 2 : …………………………………………….(Laki-laki: selalu setuju dengan Guru 1)

Figuran 1 : ……………………………………………(para siswi + 10 orang)
Figuran 2 : …………………………………………….…(para siswa + orang)



SINOPSIS

Di sebuah sekolah terdapat dua geng yang selalu bersaing menjadi yang terhebat yaitu Geng Gula dan Geng Semut. Anggota Geng Gula adalah Aisyah, Hesty, Diana, dan Rina. Sedangkan anggota Geng Semut adalah Fahri, Iwan, Joko, dan Raden. Persaingan mereka sering menjurus kepada perkelahian. Hal ini memusingkan para guru. Para guru pun meminta bantuan polisi untuk mendamaikan mereka. Apakah perdamaian itu akan terwujud? Lihat saja nanti!


Bekasi, 12 Mei 2009

Nurul Amin

Skenario Drama

ADA GULA ADA SEMUT

Narator : Assalamualaikum wr.wb. Bapak dan Guru yang kami hormati. Rekan-rekan yang dimuliakan Allah SWT. Perkenankanlah kami untuk mencoba menguji keterampilan dalam bermain drama, yang kami beri judul Ada Gula Ada Semut. Selamat menyaksikan!

(Musik….)

Aisyah (Agung) naik ke atas panggung. Ia berlenggak-lenggok seperti wanita, berjalan mengelilingi panggung dengan kemayu. Tiba-tiba ia jatuh. Ia bangun dan berjalan lagi, tetapi dengan gaya laki-laki. Ia lupa bahwa ia perempuan. Ia berjalan seperti perempuan lagi.

Ada dua penjahat naik ke atas panggung mengikuti Aisyah. Aisyah ketakutan dan lari, tapi kemudian ia tertangkap.

Aisyah : Am…am..ampun, Bang. Saya jangan diapa-apain, Bang. (Takut)
Penjahat 1 : (Tertawa) Gua ga mau ngapa-ngapain Lu. Gua hanya pengen meluk Lu. Lu mau kan? Ha ha ha…
Penjahat 2 : Bang, masa mau meluk doang….kagak enak. Kita juga mau ngerampok dia sekalian….(Heran)
Penjahat 1 : (Marah) Ya iya lah…masa ya iya dong…Gua kan cuma ngomong doang!
Penjahat 2 : Abang ini gimana sih!!! Sekarang Abang malah cumen pengen ngomong doang….Kapan kita ngerampoknya, Bang????
Penjahat 1 : Dasar goblok, Lu!!! Ini kita lagi ngerampok!!!
Aisyah : Iya, goblok Lu!!! (Menimpali)
Penjahat 1 : Nah, hebat Lu tau kalo temen gua goblok. Dia emang goblok. (Bicara ke Aisyah)
Penjahat 2 : Abang kok malah ngebelain dia…Jangan begitu dong, Bang! Kita kan ngerampok udah lama. Abang malah ngebelain dia.
Penjahat 1 : Lu berani ama gua???!!!
Penjahat 2 : Abang ngajak saya berantem? Saya kagak takut, Bang…..


(Musik…)
Penjahat 1 dan 2 berkelahi. Aisyah (Agung) merapikan pakaiannya. Kedua penjahat kelelahan. Aisyah mengeluarkan pistol dari bajunya lalu menodong keduanya.Kedua penjahat itu heran.

Aisyah : Gua ini polisi. Gua lagi menyamar. Ayo, ikut gua ke kantor polisi!!!

Guru 1 dan 2 naik ke panggung. Guru 1 berbicara. Guru 2 selalu bilang “Betul, Setuju, Ya, Oke, …”

Guru 1 : Para hadirin dan hadirat yang kami muliakan. Atas nama dewan guru, kami meminta maaf. Aisyah yang tadi itu bukan Aisyah yang sesungguhnya. Itu Aisyah gadungan. Namanya Agung. Aisyah yang menjadi tokoh utama dalam drama ini cantik banget. Semua orang menyukainya. Selamat menyaksikan!!!
Narator : Suatu hari, di sebuah sekolah, di dalam kelas, sekelompok murid sedang belajar….

(Musik….) Masuk ke drama inti…
Suasana kelas gaduh, ramai, kacau. Tiba-tiba suasana menjadi sepi. Anggota Geng Gula masuk kelas.

Figuran 1 : Sssssstt….Anggota Geng Gula mau masuk kelas. Semua diam….
Narator : Gadis cantik ini bernama Hesty. Ia anak orang kaya. Bapaknya pemilik 2 ribu pabrik di seluruh dunia. Ibunya mempunyai 2 ribu toko di Amerika, 2 ribu toko di Eropa, 2 ribu toko di Afrika, dan 1 toko di Rawa Silem. Hesty anak tunggal. Uang jajannya sehari 1 juta. (Hesty masuk ke panggung dan berjalan seperti peragawati)
Gadis berikutnya adalah Diana. Bapaknya pelatih tinju yang sangat terkenal di seluruh dunia. Ibunya atlet karate tingkat dunia. Diana menjadi juara karate se-Eropa dan Asia selama lima kali. Ia belum terkalahkan. (Diana masuk kelas dan berjalan seperti peragawati)

Gadis berikutnya adalah Rina. Bapaknya profesor di bidang matematika. Ibunya profesor di bidang fisika. Rina adalah jago kimia. Ia menjadi juara dunia olimpiade matematika, kimia, dan fisika sedunia. (Rina masuk kelas dan berjalan seperti peragawati).

Gadis terakhir adalah….Aisyah. Ayahnya guru madrasah aliyah di Bekasi Utara. Ibunya guru taman kanak-kanak. Aisyah sangat pemalu. Kalau jalan selalu menundukkan pandangan. Senyumnya manis. Gayanya berwibawa. Ia sangat lembut. (Aisyah masuk ke panggung dan berjalan seperti peragawati)

Musik berganti menjadi lebih keras dan seram…..

Figuran 2 : Sssstttt……..Semua diam….Anggota Geng Semut mau masuk kelaaaas…..
Narator : Pemuda tampan ini bernama Iwan. Ia dijuluki Iwan Fulus karena ia anak orang kaya. Uangnya banyak. Ayahnya memiliki pabrik minyak. Barack Obama adalah teman dekat ayahnya. (Iwan masuk ke panggung dan berjalan berkeliling panggung).

Pemuda berikutnya bernama Joko. Bapaknya mantan atlet angkat besi. Ibunya juga. Karena
Joko sangat kuat, ia dijuluki Joko Kwat oleh teman-temannya. Kalau ada mobil mogok, Joko selalu dipanggil. Ia bukan mendorong mobil itu. Ia mengangkatnya dengan sebelah tangan. Joko memang kuat. (Joko masuk ke panggung dan berjalan berkeliling panggung).

Pemuda berikutnya bernama Raden. Ayahnya memiliki IQ 200. Ibunya juga. IQ ini menurun kepada Raden. Raden sangat pintar. Karena itu, ia dijuluki Raden Pintar. IQ-nya 300. Kebayang ga sih….ada orang dengan IQ setinggi itu??? (Raden memasuki panggung dan berjalan berkeliling)

Itulah anggota Geng Semut….

Fahri : (Di belakang panggung, berteriak) Tunggu dulu…..Tunggu…Masih kurang satu…… Woi….sebut dong…..
Narator : Oh, masih ada ya? Maaf, saya ga biasa memperkenalkan orang jelek….Kamu memperkenalkan sendiri aja, ya? Saya mau pulang ah…..da…..
Fahri : (Berteriak dari belakang panggung) Musiiiiiiiiiiikkkkk!!! (Musik….Fahri naik ke panggung)

Suasana panas…Saling pandang antara Geng Gula dan Geng Semut. Mereka sama-sama mau memukul……Tiba-tiba Guru 1 dan Guru 2 masuk kelas. (Guru 1 dan Guru 2 naik ke panggung)

Guru 1 : Ehm…ehm…..(Berdehem kuat diikuti Guru 2. Mereka memandangi para siswa. Perkelahian tidak jadi.) Addddduuuhhh, aku lupa bawa pulpen…..
Guru 2 : Sama…..
Guru 1 : Anak-anak…Maaf ya, Bapak lupa bawa pulpen. Kalian baca-baca buku dulu, ya?....
Guru 2 : Ya? Denger tuh? Ya?.....

Guru 1 dan Guru 2 turun panggung. Para murid saling pandang. Mereka pun saling melempar isi tas. Para figuran menyoraki. Suasana kelas sangat gaduh. Musik mengalun keras. Kelas pun berantakan. Guru 1 dan Guru 2 masuk kelas. Mereka terkena lemparan benda-benda. Mereka tetap tidak bisa mendamaikan.

Guru 1 : Diam!!!!!
Guru 2 : Diam!!!! (Ga mempan, ga didengerin murid. Mereka pun berteriak berbarengan)
Guru 1 dan 2`: DIIIIIAAAAAAAAAM……….(Seluruh murid terdiam)
Guru 1 : Kalian sudah kelewatan!!!
Guru 2 : Betul!
Guru 1 : Kalian sudah keterlaluan!!!
Guru 2 : Betul!
Guru 1 : Kalian tidak mendengarkan ucapan saya!!!
Guru 2 : Betul!
Guru 1 : Kalian mau melawan saya, haaahhhh????
Guru 2 : Betuuuullllll…..(Guru 1 memelototi Guru 2. Guru 2 diam dan menunduk)
Aisyah : (Maju mendekati Guru 1 dan Guru 2 karena didorong-dorong temannya) Maafkan kesalahan kami, Paak…Maafin, ya, Paak….
Guru 1 : Huh !!!! (Membuang muka lalu menghadap ke siswa laki-laki. Guru 2 juga.)
Fahri : (Maju mendekati Guru 1 dan Guru 2 karena didorong-dorong temannya) Maafkan kesalahan kami, Paak…Maafin, ya, Paaak….
Guru 1 : Huh!!!! (Membuang muka lalu menghadap ke belakang panggung. Guru 2 juga. Sesaat suasana hening. Musik mengalun pelan lalu keras. Para siswa ribut lagi. Guru 1 dan Guru 2 kebingungan.)

Dor! Dor! Dor!!!! Suara tembakan berkali-kali. Musik langsung berhenti. Suasana mencekam. Semua ketakutan. Aisyah (Agung) dan dua penjahat memasuki panggung.

Agung : Ada apa ini? Kalian lagi ribut, ya?
Penjahat 1 : Tangkap aja mereka, Pak!!
Penjahat 2 : Ya, Pak….mereka kan ribut juga seperti kami. Tugas Bapak kan menangkap orang yang membuat keributan…
Agung : Betul juga kamu…..Siapa yang buat keributan di sini? Jawab!!!!!
Fahri : Bu..bu..bukan, Pak….Kami ga ribut kok…..(Fahri maju karena didorong teman-temannya)
Aisyah : I..i…iya, Pak..kami gak ribut, kok..beneran, Pak….sumpah deeeh….(Aisyah maju didorong teman-temannya)
Penjahat 1 : Bohong, Pak….Mereka pasti ribut…..Mereka pasti berantem….
Penjahat 2 : Iya, Pak….Buktinya, kelas ini berantakan banget….pasti berantem, Pak….

Hesty, Diana, Rina, Iwan, Joko, dan Raden berbaris. Dikomandaoi oleh Joko, mereka berkata seperti membaca Dasadarma Pramuka. Mereka berteriak:

Koor : Hesty, Diana, Rina, Iwan, Joko, Raden, Kami, Siswa-siswi sekolah madrasah aliyah. Kami, 1. tidak pernah berkelahi. 2. kami tidak pernah mencuri. 3. kami tidak pernah berbohong. 4. kami rajin menabung dan mencuci tangan sebelum makan. 5. percaya deeeh…percaya koooookkkk…..
Agung : Ini baru anak sekolahan. Kalian tidak suka tawuran. Kalian tidak suka geng-gengan. Tidak seperti kalian. Kerjaannya hanya bikin susah orang……

(Agung, penjahat 1, dan penjahat 2 meninggalkan panggung. Guru 1 dan Guru 2 bangun dari pingsan. Para siswa kembali ribut…..)

Guru 1 : Stoooooop!!! (Berteriak)
Guru 2 : Stooooooop!!!! (Berteriak. Karena tidak didengarkan, mereka teriak bersama.)
Guru 1 dan 2: STOOOOOOOP!!!!! (Seluruh murid berhenti berkelahi.)
Aisyah : Ada apa, Pak? Kita lagi asyik nih…..
Guru 1 : Waktunya sudah habis…..Dramanya sudah selesai.
Guru 2 : Betul!!!!
Seluruh siswa: Ooooooooohhh…..

Narator : (Naik ke panggung). Demikianlah penampilan kami. Kami mohon maaf kalau ada adegan atau dialog yang kurang berkenan. Semua ini murni bersifat hiburan. Kepada guru-guru, kami mohon maaf kalau terdapat banyak kekeliruan. Terima kasih kepada semuanya. Doakan agar kami dapat memberikan yang terbaik buat bangsa ini. Amin ya rabbal alamin.

Wassalaamualaikum wr.wb.

HART- 1 DRAMA KOMEDI MUSIKAL

BABAK I
Intro music My Heart (instrument) – suara sedang
Cameraman berjalan mondar-mandir di panggung, membawa kamera yang di buat dari kardusdengan tulisan TIPI.
Lalu berdiri statis di sudut saat melihat sepasang sejoli memasuki ruangan.
Masuk sepasang Mudika (pria + wanita), mengambil tempat (duduk). Sang pria menyerahkan bunga yang di bawanya
kepada sang wanita. Back sound (instrument My Heart – suara dikecilkan)
Dialog di mulai
Pria : Dik! Boleh tanya ‘gak?
Wanita : Boleh aja! Mau tanya apa mas?
Pria : Itu lho! Mau tanya nama kamu sebenarnya siapa sih? Penasaran aza, habis, nama kamu singkat amat sih!
Wanita : Oh itu. Begini ceritanya. Waktu ibuku hamil aku, dia sedang sekali bercermin, Suka ngaca, terkadang
melalaikan tugas sehari-hari. Bapakku sering kesal dibuatnya, akhirnya aku dinamakan “Ngacawati”. Bagiku
nama tersebut terdengar aneh, makanya aku singkat aza biar keren gitu, menjadi “Aca”. Sekarang namaku
Aca. Keren kan!
Pria : Oh, gitu!
Wanita : Iya, mas. Kalau aku boleh tanya juga ‘gak?
Pria : Boleh aja. Mau tanya apa?
Wanita : Itu lho soal nama Mas. Sebenarnya nama lengkapnya apa sih?
Pria : Oh itu! Begini ceritanya. Sebenarnya Orangtuaku menamakanku Hartonowan. Bagiku nama tersebut
kurang komersil dan kurang keren gitu. Jadi aku singkat saja biar keerrreen dan kaya nama orang bule,
gitu. Jadi “Hart”. Nama ku yang keren “Hart”
Wanita : Oh, Mas Hart!
Intro musik My Heart (yang telah diselewengkan liriknya)
Sepasang Mudika tersebut menyanyikan lagu Mas Hart
Disini kau dan aku,
duduk berdua saja
Ingin aku teraktir kamu,
tapi ga’ punya uang.
Pernahkah kau mengutang
Waktu ga’ punya uang
Utangnya sama abang-abang
Di gerbang Pulo Gebang
Bila engkau ingin yang lain
Pasti sudah aku kerja’in
Sebisa mungkin, sebaik mungkin
asal ga’ pake’ uang
HART- 3
Panjikristo/2006
Uangnya buat beli semprong
Disuruh mamak waktu sedang molor
Janganlah marah, percaya saja
Apa yang dikatakan
Mas Hart, .... Mas Hart, ....Mas Hart .....
Wanita : Biar ‘gak punya uang, tapi khan mas punya gendang (sambil menepuk perut mas Hart)
Pria : Ah bisa aza adik ini.
Keduanya pergi meninggalkan tempat. Tanpa disadari keduanya, ada dua pasang mata menatap kemesraan mereka
dengan tatapan sedih. (Sutradara : kamera shoot close up wajahnya dari samping. Tapi tunggu dulu pake rohto
dulu biar ada kesan sedang menangis. Shoot yang lama dan foto untuk sampul VCD bajakan)
BABAK II
Instrumen : kehilangan (Christina – album OST Heart)
Narator : Wanita tersebut yang ternyata bernama Rapel sangat sedih, seperti di film, wanita yang sedih
ingin bermain bola basket sambil hujan-hujanan. Maka si Rapel ini juga main hujan-hujanan sambil bermain bola
............ bekel (karenan gak bisa main basket). Kemudian mengambil gitar dan memetiknya (kalo gak bisa main, ya
gaya aja). Tidak kedengaran suaranya. Mungkin instrumen bisu. Tiba-tiba masuklah seorang pemuda yang dari tadi
memperhatikan permainan gitar Rapel, sambil menyanyi.
Lagu : Menghitung Jari (Menghitung hari)
Menghitung jari, detik demi detik
Saat jari-jarimu yang lentik
Sedang memetik, gitar klasik
Terdengar asik
Suara gem’risik, air yang memercik
Mengiringimu bermain musik
Yang menggelitik, suara mesin tik
Terdengar antik
Jangan b’risik, jangan mengusik
Jika pemusik, bermain musik
Memang asik, mendengar musik
Musik, seorang pemusik
Rapel sangat terkejut melihat sang pria, lalu bertanya
Rapel : Siapa namamu?
Pria : (sambil berlalu) ......... Irwansyah
Rapel : Ooh... Irwansyaaaahhhh......(Tiba-tiba dia sadar bahwa dia sedang bermimpi). Melihat jam tapi masih
terlalu pagi untuk bangun dari tidur. Akhirnya dia menyanyi
Lagu : Sampai Menutup Mata
HART- 4
Panjikristo/2006
Bangun di pagi buta
Karena mimpi Irwansyah
Detik demi detik ku hitung
Mengapa ku bangun pagi
Oh, Tuhan ku pinta dia
Ada dalam mimpiku lagi
Takkan ku marahi dia
Hukum aku bila terjadi
Aku tak mudah dapat mimpi lagi
Aku tak mudah untuk bercerita
Aku tak mudah mengatakan aku suka c’rita
Senandungku hanya untuk dia
Tirakatku hanya untuk dia
Tiada dusta sumpah ku crita
Sampai ku menutup mata…
Ceritaku sampai tidur tutup mata
Suara Telp/ SMS
Rapel : Ah, baru baru tidur lagi. Ganggu aja nih HP. Hallo.... ..Ya! Aku ingat nanti jam 10 pagi kan. Di rumah Bapak
Markus. Ok! Aku akan datang. Tapi sekarang aku mau tidur sebentar lagi.
Rapel : Sudah lama aku gak kumpul-kumpul sama Mudika. Semua gara-gara Mas HART. Sebaiknya aku kembali
kumpul dengan Mudika dan melupakan Mas HART.
BABAK III
Narator : Di tempat Pak Markus sebagian Mudika (Muda-mudi Katolik) sudah berkumpul untuk merayakan
Natal bersama dengan lingkungan. Kebetulan untuk tahun ini Mudika ditunjuk sebagai Panitia Pelaksana Natal.
Mereka sangat gembira dan bernyanyi-nyanyi ketika Rapel berjalan menuju tempat pertemuan dan diketahui oleh
Mudika. Mereka menyambut kedatangan Rapel dengan sebuah nyanyian.
Lagu : Bersama Mudika (berdua denganmu)
Lihat kawan disana
Berjalan datang kemari
Pasti dia pun tahu
Ada pertemuan disini
Dalam suka dan ceria
Cepat, cepatlah kemari
Bersama Mudika, Pasti lebih baik
Aku yakin itu
Bila sendiri pasti gigit jari
Juga makan hati
HART- 5
Panjikristo/2006
Kemudian setiap mudika saling berjabatan tangan, mengucapkan nama. Dan anehnya setiap pria yang disalami
Rapel, mereka menambahkan kata ...syah di belakang namanya.... misalnya jokosyah, udinsyah, ningsihsyah... tapi
tiadak ada yang bernama irwansyah. tiba-tiba seorang mudika (pria) bernyanyi
Lagu : Hari ini, cicipi dan seterusnya (Hari ini, esok dan seterusnya)
Hari ini aku senang sekali,
karena banyak makanan disini
Terus terang sudah tiga hari
Perut kosongku ini tidak terisi
Minta, minta, minta
Aku mau minta
Tambah lagi dan sedikit lagi
Aku cicipi makanan disini
Hingga rasanya perutku ini
Sudah tak muat lagi untuk diisi
Bahagia (kenyangnya)
Para Mudika tertawa melihat sang pria kekeyangan sambil meringis memegangi perutnya. “Makanya jangan
gembul!” sahut mereka serempak. Rapel sangat senang melihat keceriaan disana, lalu ia pun bernyanyi (bersama
teman-temanya)
Lagu : Teman-temanku (perempuanku)
biarkan aku di sini untukmu
aku hanya ingin menghibur hari ini
hari yg pasti menyenangkan untukmu
dan tentu untukku
biarkan di sini aku bernyanyi
hanya untukku dan untuk menghibur kamu
dan aku yakin senyummu tulus dan jujur
hanya untukku
Teman-temanku, Kau sahabatku
Tak mungkin bisa bila aku jauh darimu
Bisa gila, ku pasti sedih
Ku senang bila engkau ada
Teman-temanku
Semakin lama semakin ku tahu
maksud hati tak hanya menemanimu
ku ingin bersama selalu
kau sahabatku
Mas HART datang bersama ACA. Namun Rapel tidak terpengaruh. Emangnye Rapel pikirin. Mereka saling
bersalaman.
HART- 6
Panjikristo/2006
Kini mudika telah kumpul semua. Mereka semua bergembira. Tidak ada lagi sakit hati. Yang ada kegembiraan dan
keceriaan. Mereka bernyanyi bersama.
Lagu : Pencinta Mudika (Pecinta Wanita)
Kutemukan dalam pencarian
Teman sejati dalam hidupku
Kurang lebih seperti mudika
Ku harap engkaupun begitu
Ku tak mau menyangsikannya
Pasti gembira bila bersama
Biar engkau rasakan sendiri
Betapa gembira hatiku
Kami ini adalah Mudika
Thomas Aquino tiga
Berwajah tampan dan manis-manis
Bertingkah laku pun juga manis
Kami memang pencinta Mudika
Thomas Aquino tiga
Nyanyi dan tari pun kami bisa
Berdoa dan juga membaca kitab suci
Kamilah pencinta mudika
CREDIT TITTLE
Mudika bernyanyi bersama-sama sambil menyanyikan “Bersama Mudika”. Secara bergantian setiap mudika
memperkenalkan diri (sambil bergaya) sebagai pemain dengan membawa papan namanya masing-masing, sebagai
berikut :
............ sebagai Mas HART
........... sebagai ACA
............. sebagai RAPEL
................ sebagai IRWANSYAH
di dukung oleh TEATER MUDIKA Thomas Aquino 3
NASKAH dan SUTRADARA
panjikristo
Selesai
Catatan :
Semua lagu adalah “OST – Heart” yang diplesetkan oleh panjikristo untuk kepentingan Drama Komedi Musikal
yang akan dibawakan oleh mudika lingkungan Thomas Aquino3 dan tidak untuk disebarluaskan. Naskah ini untuk
Kalangan Sendiri. Dan tidak untuk di komersilkan.
HART- 7
Panjikristo/2006
Property list : Kamera besar (dibuat dari dus aja), Handicam (bikin aja pake dus bekas), setangkai bunga, bola
bekel dan bijinya, gitar, HP, sepotong kue, papan nama Tokoh, Tulisan “Rapel mengintip dan menangis” - “Rapel
sedang sedih” – “Sedang Hujan Deras” – “Rumah Bapak Markus, dll
Urutan Teknis Drama (Komedi) Musikal ‘HART’
BABAK I
2 buah kursi ditaruh dipanggung (oleh petugas). Kemudian petugas ybs menunjukkan papan : DI SEBUAH
TAMAN
Intro : track 1: Musik instrumen my Heart (volume sedang)
Kameramen masuk mengambil gambar sekeliling, kemudian statis
Mengarahkan kamera ke pembawa papan nama
Masuk pembawa papan nama (dengan gaya melenggak-lenggok) : BABAK I berputar lalu masuk kembali.
Pencatat script maju ke panggung : Klik. (suara sutradara: Camera, Action!)
Sepasang Mudika masuk, berjalan berkeliling. Berdiri berhadapan, sang pria menyerahkan setangkai
bunga/boneka/ atau apa saja kepada sang wanita
Mengambil posisi duduk
Interupsi dari Sutradara (Cut!, Cut! Ekpresinya mana? ..... Ok. Camera, Action!)
Volume (backsound instrumen My Heart dikecilkan)
Dialog dimulai ....................hingga kalimat, “Oh, Mas Heart”
Musik : track 2 – My Heart (volume sedang), Sepasang Mudika bernyanyi, kamera statis
Mendekati akhir lagu, Rapel mulai masuk di sudut memperhatikan keduanya.
Selesai menyanyi, disambung dialog singkat kedua pasangan. Lalu mereka berdiri,berjalan turun panggung
Musik: Track 3 (kehilangan) – volume sedang
Kamera diarahkan ke belakang rapel. Rapel menengok ke Samping menahan tangis. Interupsi sejenak,
pakai obat mata. (Sutradara : Camera, Close up!)
Seorang petugas maju membawa papan nama : SEDANG SEDIH
Lagu mengalun sayup-sayup
BABAK II
Musik masih mengalun
Pencatat Script maju : KLIK! (camera, Action!)
Masuk pembawa papan nama (dengan gaya melenggak-lenggok) : BABAK II berputar lalu masuk kembali.
Petugas masuk membawa papan nama : SEDANG TURUN HUJAN DERAS
Rapel berjalan berkeliling, mengambil Bola (Basket/ Sepak atau bola apa saja yg seukuran), derible
sebentar, tapi karena tidak bisa lalu dia menaruh bola tersebut lalu mengambil bola bekel dan bermain
sendirian.
Narator membacakan illustrasi cerita
Rapel mengambil gitar, memainkan atau bergaya. Kamera mengarah ke Rapel.
Masuk IRWANSYAH memperhatikan jari-jari Rapel yang sedang memainkan gitar.
Musik : Track 4 (Menghitung Hari), Irwanyah menyanyikan menghitung Jari Kamera mengarah ke
Irwansyah.
Selesai nyanyi, dialog singkat antar keduannya
Musik : Track 5 (Sampai Menutup mata) – Rapel Menyanyi sambil duduk. Dibantu oleh para wanita
dibelakang panggung). Kamera mengarah ke Rapel
Selesai nyanyi Rapel menguap, dan ingin tidur lagi namun HP nya bunyi. Ada telpon. Dialog singkat di telpon
Rapel berbicara sendiri dan melamun. Gak jadi tidur lagi.
HART- 8
Panjikristo/2006
BABAK III
Petugas maju membawa papan nama : DI RUMAH BAPAK MARKUS (berdiri diam). Kamera mengarah
tulisan tersebut.
Pencatat Script maju : KLIK! (Sutradara: camera, Action!)
Masuk pembawa papan nama (dengan gaya melenggak-lenggok) : BABAK III berputar lalu masuk kembali.
Bersama dengan petugas pertama
Narator membacakan illustrasi cerita
Para Mudika sudah berkumpul di sisi panggung, mereka melihat Rapel datang dari sisi yang lain. Salah
seorang melihat kedatangan Rapel dan berkata, “Lihat Rapel telah datang!”
Musik : Track 6 (Berdua lebih baik). Bernyanyi bersama-sama - lagu Bersama Mudika - sambil bergaya
(tapi jangan terlalu banyak gerak – hemat tenaga untuk akhir acara). Kamera stand by – jangan banyak
gerak
Selesai nyanyi mereka saling berjabatan tangan. Berkenalan
Seorang Mudika masuk
Musik : Track 7 (Hari ini, Esok ....) – seseorang tersebut bernyanyi “Hari ini, Cicipi....” (dibantu deh oleh
yang lainnya). Kamera Stand By
Ejekan singkat dan tertawa.
Musik : Track 8 (Perempuanku) – Nyanyi bersama “Teman-temanku”. Jangan terlalu banyak gaya, hemat
tenaga. Gitaris sapu lidi terlibat disana saat break musik. Kamera Stand by, sekali-kali boleh ikut goyang
tapi jangan kebanyakan.
Selesai nyanyi, Mas Hart Masuk dgn Acha, berkenalan dst
Musik : Track 9 (Pencinta Wanita) – Nyanyi bersama “Pencinta Mudika”. Jangan terlalu banyak gaya,
hemat tenaga. Gitaris sapu lidi terlibat disana saat break musik. Kamera Stand by, sekali-kali boleh ikut
goyang tapi jangan kebanyakan.
Selesai nyanyi, mereka mematung sambil bergaya
PENUTUP
Musik : Track 10 (berdua Lebih Baik). Lagu diawali dengan masuknya Para Pemain untuk memperkenalkan
diri : .... sebagai Mas Hart, ........... Acha, ........... Rapel, ........... Irwansyah, ........... Narator, ........... Kameramen,
............. Pencatat Skrip, ..... Pembawa Papan Nama, Sutradara Dst, di dukung oleh ....... Teater Mudika
Thomas Aquino 3
Nyanyi bersama “Bersama Mudika”. Dengan gaya, Gitaris sapu lidi terlibat disana saat break musik.
Kamera Stand by, sekali-kali boleh ikut goyang tapi jangan kebanyakan.
Selesai nyanyi, mereka mematung sambil bergaya
Bernyanyi “We wish you a Merry Christmas” bersama-sama
Seorang Mudika mengangkat tulisan “S E L E S A I”
* * *

Jumat, 20 Mei 2011

Gambaran Umum Ilmu Bahasa (Linguistik)


I. Pendahuluan
Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut:
“The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics.”
Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampai S3, bahkan sampai post-doctoral program telah banyak ditawarkan di universitas terkemuka, seperti University of California in Los Angeles (UCLA), Harvard University, Massachusett Institute of Technology (MIT), University of Edinburgh, dan Oxford University. Di Indonesia, paling tidak ada dua universitas yang membuka program S1 sampai S3 untuk ilmu bahasa, yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Katolik Atma Jaya.

II. Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa
Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani (abad 6 SM). Secara garis besar studi tentang bahasa dapat dibedakan antara (1) tata bahasa tradisional dan (2) linguistik modern.
2. 1 Tata Bahasa Tradisional
Pada zaman Yunani para filsuf meneliti apa yang dimaksud dengan bahasa dan apa hakikat bahasa. Para filsuf tersebut sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. Dikatakan bahwa manusia hidup dalam tanda-tanda yang mencakup segala segi kehidupan manusia, misalnya bangunan, kedokteran, kesehatan, geografi, dan sebagainya. Tetapi mengenai hakikat bahasa – apakah bahasa mirip realitas atau tidak – mereka belum sepakat. Dua filsuf besar yang pemikirannya terus berpengaruh sampai saat ini adalah Plato dan Aristoteles.
Plato berpendapat bahwa bahasa adalah physei atau mirip realitas; sedangkan Aristoteles mempunyai pendapat sebaliknya yaitu bahwa bahasa adalah thesei atau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi (sound symbolism). Pandangan Plato bahwa bahasa mirip dengan realitas atau non-arbitrer diikuti oleh kaum naturalis; pandangan Aristoteles bahwa bahasa tidak mirip dengan realitas atau arbitrer diikuti oleh kaum konvensionalis. Perbedaan pendapat ini juga merambah ke masalah keteraturan (regular) atau ketidakteraturan (irregular) dalam bahasa. Kelompok penganut pendapat adanya keteraturan bahasa adalah kaum analogis yang pandangannya tidak berbeda dengan kaum naturalis; sedangkan kaum anomalis yang berpendapat adanya ketidakteraturan dalam bahasa mewarisi pandangan kaum konvensionalis. Pandangan kaum anomalis mempengaruhi pengikut aliran Stoic. Kaum Stoic lebih tertarik pada masalah asal mula bahasa secara filosofis. Mereka membedakan adanya empat jenis kelas kata, yakni nomina, verba, konjungsi dan artikel.
Pada awal abad 3 SM studi bahasa dikembangkan di kota Alexandria yang merupakan koloni Yunani. Di kota itu dibangun perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan. Para ahli dari kota itu yang disebut kaum Alexandrian meneruskan pekerjaan kaum Stoic, walaupun mereka sebenarnya termasuk kaum analogis. Sebagai kaum analogis mereka mencari keteraturan dalam bahasa dan berhasil membangun pola infleksi bahasa Yunani. Apa yang dewasa ini disebut "tata bahasa tradisional" atau " tata bahasa Yunani" , penamaan itu tidak lain didasarkan pada hasil karya kaum Alexandrian ini.
Salah seorang ahli bahasa bemama Dionysius Thrax (akhir abad 2 SM) merupakan orang pertama yang berhasil membuat aturan tata bahasa secara sistematis serta menambahkan kelas kata adverbia, partisipel, pronomina dan preposisi terhadap empat kelas kata yang sudah dibuat oleh kaum Stoic. Di samping itu sarjana ini juga berhasil mengklasifikasikan kata-kata bahasa Yunani menurut kasus, jender, jumlah, kala, diatesis (voice) dan modus.
Pengaruh tata bahasa Yunani sampai ke kerajaan Romawi. Para ahli tata bahasa Latin mengadopsi tata bahasa Yunani dalam meneliti bahasa Latin dan hanya melakukan sedikit modifikasi, karena kedua bahasa itu mirip. Tata bahasa Latin dibuat atas dasar model tata bahasa Dionysius Thrax. Dua ahli bahasa lainnya, Donatus (tahun 400 M) dan Priscian (tahun 500 M) juga membuat buku tata bahasa klasik dari bahasa Latin yang berpengaruh sampai ke abad pertengahan.
Selama abad 13-15 bahasa Latin memegang peranan penting dalam dunia pendidikan di samping dalam agama Kristen. Pada masa itu gramatika tidak lain adalah teori tentang kelas kata. Pada masa Renaisans bahasa Latin menjadi sarana untuk memahami kesusastraan dan mengarang. Tahun 1513 Erasmus mengarang tata bahasa Latin atas dasar tata bahasa yang disusun oleh Donatus.
Minat meneliti bahasa-bahasa di Eropa sebenarnya sudah dimulai sebelum zaman Renaisans, antara lain dengan ditulisnya tata bahasa Irlandia (abad 7 M), tata bahasa Eslandia (abad 12), dan sebagainya. Pada masa itu bahasa menjadi sarana dalam kesusastraan, dan bila menjadi objek penelitian di universitas tetap dalam kerangka tradisional. Tata bahasa dianggap sebagai seni berbicara dan menulis dengan benar. Tugas utama tata bahasa adalah memberi petunjuk tentang pemakaian "bahasa yang baik" , yaitu bahasa kaum terpelajar. Petunjuk pemakaian "bahasa yang baik" ini adalah untuk menghindarkan terjadinya pemakaian unsur-unsur yang dapat "merusak" bahasa seperti kata serapan, ragam percakapan, dan sebagainya.
Tradisi tata bahasa Yunani-Latin berpengaruh ke bahasa-bahasa Eropa lainnya. Tata bahasa Dionysius Thrax pada abad 5 diterjemahkan ke dalam bahasa Armenia, kemudian ke dalam bahasa Siria. Selanjutnya para ahli tata bahasa Arab menyerap tata bahasa Siria.
Selain di Eropa dan Asia Barat, penelitian bahasa di Asia Selatan yang perlu diketahui adalah di India dengan ahli gramatikanya yang bemama Panini (abad 4 SM). Tata bahasa Sanskrit yang disusun ahli ini memiliki kelebihan di bidang fonetik. Keunggulan ini antara lain karena adanya keharusan untuk melafalkan dengan benar dan tepat doa dan nyanyian dalam kitab suci Weda.
Sampai menjelang zaman Renaisans, bahasa yang diteliti adalah bahasa Yunani, dan Latin. Bahasa Latin mempunyai peran penting pada masa itu karena digunakan sebagai sarana dalam dunia pendidikan, administrasi dan diplomasi internasional di Eropa Barat. Pada zaman Renaisans penelitian bahasa mulai berkembang ke bahasa-bahasa Roman (bahasa Prancis, Spanyol, dan Italia) yang dianggap berindukkan bahasa Latin, juga kepada bahasa-bahasa yang nonRoman seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, dan Denmark.

2. 2 Linguistik Modern
2. 2. 1 Linguistik Abad 19
Pada abad 19 bahasa Latin sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pemerintahan atau pendidikan. Objek penelitian adalah bahasa-bahasa yang dianggap mempunyai hubungan kekerabatan atau berasal dari satu induk bahasa. Bahasa-bahasa dikelompokkan ke dalam keluarga bahasa atas dasar kemiripan fonologis dan morfologis. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah bahasa-bahasa tertentu berasal dari bahasa moyang yang sama atau berasal dari bahasa proto yang sama sehingga secara genetis terdapat hubungan kekerabatan di antaranya. Bahasa-bahasa Roman, misalnya secara genetis dapat ditelusuri berasal dari bahasa Latin yang menurunkan bahasa Perancis, Spanyol, dan Italia.
Untuk mengetahui hubungan genetis di antara bahasa-bahasa dilakukan metode komparatif. Antara tahun 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya. Pada tahun 1870 itu para ahli bahasa dari kelompok Junggramatiker atau Neogrammarian berhasil menemukan cara untuk mengetahui hubungan kekerabatan antarbahasa berdasarkan metode komparatif.
Beberapa rumpun bahasa yang berhasil direkonstruksikan sampai dewasa ini antara lain:
1. Rumpun Indo-Eropa: bahasa Jerman, Indo-Iran, Armenia, Baltik, Slavis, Roman, Keltik, Gaulis.
2. Rumpun Semito-Hamit: bahasa Arab, Ibrani, Etiopia.
3. Rumpun Chari-Nil; bahasa Bantu, Khoisan.
4. Rumpun Dravida: bahasa Telugu, Tamil, Kanari, Malayalam.
5. Rumpun Austronesia atau Melayu-Polinesia: bahasa Melayu, Melanesia, Polinesia.
6. Rumpun Austro-Asiatik: bahasa Mon-Khmer, Palaung, Munda, Annam.
7. Rumpun Finno-Ugris: bahasa Ungar (Magyar), Samoyid.
8. Rumpun Altai: bahasa Turki, Mongol, Manchu, Jepang, Korea.
9. Rumpun Paleo-Asiatis: bahasa-bahasa di Siberia.
10. Rumpun Sino-Tibet: bahasa Cina, Thai, Tibeto-Burma.
11. Rumpun Kaukasus: bahasa Kaukasus Utara, Kaukasus Selatan.
12. Bahasa-bahasa Indian: bahasa Eskimo, Maya Sioux, Hokan
13. Bahasa-bahasa lain seperti bahasa di Papua, Australia dan Kadai.
Ciri linguistik abad 19 sebagai berikut:
1) Penelitian bahasa dilakukan terhadap bahasa-bahasa di Eropa, baik bahasa-bahasa Roman maupun nonRoman.
2) Bidang utama penelitian adalah linguistik historis komparatif. Yang diteliti adalah hubungan kekerabatan dari bahasa-bahasa di Eropa untuk mengetahui bahasa-bahasa mana yang berasal dari induk yang sama. Dalam metode komparatif itu diteliti perubahan bunyi kata-kata dari bahasa yang dianggap sebagai induk kepada bahasa yang dianggap sebagai keturunannya. Misalnya perubahan bunyi apa yang terjadi dari kata barang, yang dalam bahasa Latin berbunyi causa menjadi chose dalam bahasa Perancis, dan cosa dalam bahasa Italia dan Spanyol.
3) Pendekatan bersifat atomistis. Unsur bahasa yang diteliti tidak dihubungkan dengan unsur lainnya, misalnya penelitian tentang kata tidak dihubungkan dengan frase atau kalimat.

2. 2. 2 Linguistik Abad 20
Pada abad 20 penelitian bahasa tidak ditujukan kepada bahasa-bahasa Eropa saja, tetapi juga kepada bahasa-bahasa yang ada di dunia seperti di Amerika (bahasa-bahasa Indian), Afrika (bahasa-bahasa Afrika) dan Asia (bahasa-bahasa Papua dan bahasa banyak negara di Asia). Ciri-cirinya:
1) Penelitian meluas ke bahasa-bahasa di Amerika, Afrika, dan Asia.
2) Pendekatan dalam meneliti bersifat strukturalistis, pada akhir abad 20 penelitian yang bersifat fungsionalis juga cukup menonjol.
3) Tata bahasa merupakan bagian ilmu dengan pembidangan yang semakin rumit. Secara garis besar dapat dibedakan atas mikrolinguistik, makro linguistik, dan sejarah linguistik.
4) Penelitian teoretis sangat berkembang.
5) Otonomi ilmiah makin menonjol, tetapi penelitian antardisiplin juga berkembang.
6) Prinsip dalam meneliti adalah deskripsi dan sinkronis
Keberhasilan kaum Junggramatiker merekonstruksi bahasa-bahasa proto di Eropa mempengaruhi pemikiran para ahli linguistik abad 20, antara lain Ferdinand de Saussure. Sarjana ini tidak hanya dikenal sebagai bapak linguistik modern, melainkan juga seorang tokoh gerakan strukturalisme. Dalam strukturalisme bahasa dianggap sebagai sistem yang berkaitan (system of relation). Elemen-elemennya seperti kata, bunyi saling berkaitan dan bergantung dalam membentuk sistem tersebut.
Beberapa pokok pemikiran Saussure:
(1) Bahasa lisan lebih utama dari pada bahasa tulis. Tulisan hanya merupakan sarana yang mewakili ujaran.
(2) Linguistik bersifat deskriptif, bukan preskriptif seperti pada tata bahasa tradisional. Para ahli linguistik bertugas mendeskripsikan bagaimana orang berbicara dan menulis dalam bahasanya, bukan memberi keputusan bagaimana seseorang seharusnya berbicara.
(3) Penelitian bersifat sinkronis bukan diakronis seperti pada linguistik abad 19. Walaupun bahasa berkembang dan berubah, penelitian dilakukan pada kurun waktu tertentu.
(4) Bahasa merupakan suatu sistem tanda yang bersisi dua, terdiri dari signifiant (penanda) dan signifie (petanda). Keduanya merupakan wujud yang tak terpisahkan, bila salah satu berubah, yang lain juga berubah.
(5) Bahasa formal maupun nonformal menjadi objek penelitian.
(6) Bahasa merupakan sebuah sistem relasi dan mempunyai struktur.
(7) Dibedakan antara bahasa sebagai sistem yang terdapat dalam akal budi pemakai bahasa dari suatu kelompok sosial (langue) dengan bahasa sebagai manifestasi setiap penuturnya (parole).
(8) Dibedakan antara hubungan asosiatif dan sintagmatis dalam bahasa. Hubungan asosiatif atau paradigmatis ialah hubungan antarsatuan bahasa dengan satuan lain karena ada kesamaan bentuk atau makna. Hubungan sintagmatis ialah hubungan antarsatuan pembentuk sintagma dengan mempertentangkan suatu satuan dengan satuan lain yang mengikuti atau mendahului.
Gerakan strukturalisme dari Eropa ini berpengaruh sampai ke benua Amerika. Studi bahasa di Amerika pada abad 19 dipengaruhi oleh hasil kerja akademis para ahli Eropa dengan nama deskriptivisme. Para ahli linguistik Amerika mempelajari bahasa-bahasa suku Indian secara deskriptif dengan cara menguraikan struktur bahasa. Orang Amerika banyak yang menaruh perhatian pada masalah bahasa. Thomas Jefferson, presiden Amerika yang ketiga (1801-1809), menganjurkan agar supaya para ahli linguistik Amerika mulai meneliti bahasa-bahasa orang Indian. Seorang ahli linguistik Amerika bemama William Dwight Whitney (1827-1894) menulis sejumlah buku mengenai bahasa, antara lain Language and the Study of Language (1867).
Tokoh linguistik lain yang juga ahli antropologi adalah Franz Boas (1858-1942). Sarjana ini mendapat pendidikan di Jerman, tetapi menghabiskan waktu mengajar di negaranya sendiri. Karyanya berupa buku Handbook of American Indian languages (1911-1922) ditulis bersama sejumlah koleganya. Di dalam buku tersebut terdapat uraian tentang fonetik, kategori makna dan proses gramatikal yang digunakan untuk mengungkapkan makna. Pada tahun 1917 diterbitkan jurnal ilmiah berjudul International Journal of American Linguistics.
Pengikut Boas yang berpendidikan Amerika, Edward Sapir (1884-1939), juga seorang ahli antropologi dinilai menghasilkan karya-karya yang sangat cemerlang di bidang fonologi. Bukunya, Language (1921) sebagian besar mengenai tipologi bahasa. Sumbangan Sapir yang patut dicatat adalah mengenai klasifikasi bahasa-bahasa Indian.
Pemikiran Sapir berpengaruh pada pengikutnya, L. Bloomfield (1887-1949), yang melalui kuliah dan karyanya mendominasi dunia linguistik sampai akhir hayatnya. Pada tahun 1914 Bloomfield menulis buku An Introduction to Linguistic Science. Artikelnya juga banyak diterbitkan dalam jurnal Language yang didirikan oleh Linguistic Society of America tahun 1924. Pada tahun 1933 sarjana ini menerbitkankan buku Language yang mengungkapkan pandangan behaviorismenya tentang fakta bahasa, yakni stimulus-response atau rangsangan-tanggapan. Teori ini dimanfaatkan oleh Skinner (1957) dari Universitas Harvard dalam pengajaran bahasa melalui teknik drill.
Dalam bukunya Language, Bloomfield mempunyai pendapat yang bertentangan dengan Sapir. Sapir berpendapat fonem sebagai satuan psikologis, tetapi Bloomfield berpendapat fonem merupakan satuan behavioral. Bloomfield dan pengikutnya melakukan penelitian atas dasar struktur bahasa yang diteliti, karena itu mereka disebut kaum strukturalisme dan pandangannya disebut strukturalis.
Bloomfield beserta pengikutnya menguasai percaturan linguistik selama lebih dari 20 tahun. Selama kurun waktu itu kaum Bloomfieldian berusaha menulis tata bahasa deskriptif dari bahasa-bahasa yang belum memiliki aksara. Kaum Bloomfieldian telah berjasa meletakkan dasar-dasar bagi penelitian linguistik di masa setelah itu.
Bloomfield berpendapat fonologi, morfologi dan sintaksis merupakan bidang mandiri dan tidak berhubungan. Tata bahasa lain yang memperlakukan bahasa sebagai sistem hubungan adalah tata bahasa stratifikasi yang dipelopori oleh S.M. Lamb. Tata bahasa lainnya yang memperlakukan bahasa sebagai sistem unsur adalah tata bahasa tagmemik yang dipelopori oleh K. Pike. Menurut pendekatan ini setiap gatra diisi oleh sebuah elemen. Elemen ini bersama elemen lain membentuk suatu satuan yang disebut tagmem.
Murid Sapir lainnya, Zellig Harris, mengaplikasikan metode strukturalis ke dalam analisis segmen bahasa. Sarjana ini mencoba menghubungkan struktur morfologis, sintaktis, dan wacana dengan cara yang sama dengan yang dilakukan terhadap analisis fonologis. Prosedur penelitiannya dipaparkan dalam bukunya Methods in Structural Linguistics (1951).
Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures (1957), yang kemudian disebut classical theory. Dalam perkembangan selanjutnya, teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui Aspects of the Theory of Syntax (1965) disebut standard theory. Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik), teori ini disebut juga sintaksis generatif (generative syntax). Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori extended standard theory. Selanjutnya pada tahun 1970, Chomsky menulis buku generative semantics; tahun 1980 government and binding theory; dan tahun 1993 Minimalist program.

III. Paradigma
Kata paradigma diperkenalkan oleh Thomas Khun pada sekitar abad 15. Paradigma adalah prestasi ilmiah yang diakui pada suatu masa sebagai model untuk memecahkan masalah ilmiah dalam kalangan tertentu. Paradigma dapat dikatakan sebagai norma ilmiah. Contoh paradigma yang mulai tumbuh sejak zaman Yunani tetapi pengaruhnya tetap terasa sampai zaman modern ini adalah paradigma Plato dan paradigma Aristoteles. Paradigma Plato berintikan pendapat Plato bahwa bahasa adalah physei atau mirip dengan realitas, disebut juga non-arbitrer atau ikonis. Paradigma Aristoteles berintikan bahwa bahasa adalah thesei atau tidak mirip dengan realitas, kecuali onomatope, disebut arbitrer atau non-ikonis. Kedua paradigma ini saling bertentangan, tetapi dipakai oleh peneliti dalam memecahkan masalah bahasa, misalnya tentang hakikat tanda bahasa.
Pada masa tertentu paradigma Plato banyak digunakan ahli bahasa untuk memecahkan masalah linguistik. Penganut paradigma Plato ini disebut kaum naturalis. Mereka menolak gagasan kearbitreran. Pada masa tertentu lainnya paradigma Aristoteles digunakan mengatasi masalah linguistik. Penganut paradigma Aristoteles disebut kaum konvensionalis. Mereka menerima adanya kearbiteran antara bahasa dengan realitas.
Pertentangan antara kedua paradigma ini terus berlangsung sampai abad 20. Di bidang linguistik dan semiotika dikenal tokoh Ferdinand de Saussure sebagai penganut paradigma .Aristoteles dan Charles S. Peirce sebagai penganut paradigma Plato. Mulai dari awal abad 19 sampai tahun 1960-an paradigma Aristoteles yang diikuti Saussure yang berpendapat bahwa bahasa adalah sistem tanda yang arbitrer digunakan dalam memecahkan masalah-masalah linguistik. Tercatat beberapa nama ahli linguistik seperti Bloomfield dan Chomsky yang dalam pemikirannya menunjukkan pengaruh Saussure dan paradigma Aristoteles. Menjelang pertengahan tahun 60-an dominasi paradigma Aristoteles mulai digoyahkan oleh paradigma Plato melalui artikel R. Jakobson "Quest for the Essence of Language" (1967) yang diilhami oleh Peirce. Beberapa nama ahli linguistik seperti T. Givon, J. Haiman, dan W. Croft tercatat sebagai penganut paradigma Plato.

IV. Cakupan dan Kemaknawian Ilmu Bahasa
Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. Bidang linguistik murni mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain. Beberapa bidang tersebut dijelaskan dalam sub-bab berikut ini.
4. 1 Fonetik
Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan antara they dan day, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat.
Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa. Misalnya, jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina, ia cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik, sehingga ia dapat memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. Ke negara manapun beliau berkunjung, beliau selalu memberikan khotbah dengan menggunakan bahasa setempat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum tentu, namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat.

4. 2 Fonologi
Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut. Contoh sederhana adalah pengucapan gugus ‘ng’ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.

4. 3 Morfologi
Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Sebagai perbandingan sederhana, seorang ahli farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang efektif; sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. Misalnya akhiran -¬en dapat direkatkan dengan kata sifat dark untuk membentuk kata kerja darken, namun akhiran -¬en tidak dapat direkatkan dengan kata sifat green untuk membentuk kata kerja. Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa, sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata tersebut. Sama halnya, alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi, sedangkan pengguna obat boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut, tanpa harus mengetahui proses pembuatannya.

4. 4 Sintaksis
Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

4. 5 Semantik
Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Analisis semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris, setiap kata yang memiliki suku kata ‘pl’ memiliki arti sesuatu yang datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang cenderung memiliki makna yang negatif, sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi. Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak sesuai.
4. 6 Pengajaran Bahasa
Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.
Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.
Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.

4. 7 Leksikografi
Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.
Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume. Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828, yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume.
Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Mengapa kamus Oxford? Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. Secara umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada dipasaran.

V. Penutup
Penelitian bahasa sudah dimulai sejak abad ke 6 SM, bahkan perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan sudah dibangun sejak awal abad 3 SM di kota Alexandria. Kamus bahasa Inggris, Dictionary of the English Language, yang terdiri atas dua volume, pertama kali diterbitkan pada tahun 1755; dan pada tahun 1884 telah diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume. Antara 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya.
Salah satu buku awal yang menjelaskan mengenai ilmu bahasa adalah buku An Introduction to Linguistic Science yang ditulis oleh Bloomfield pada tahun 1914. Jurnal ilmiah internasional ilmu bahasa, yang berjudul International Journal of American Linguistics, pertama kali diterbitkan pada tahun 1917.
Ilmu bahasa terus berkembang dan semakin memainkan peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan semakin majunya program pascasarjana bidang linguistik di berbagai universitas terkemuka (UCLA, MIT, Oxford, dll). Buku-buku karya ahli bahasa pun semakin mendapat perhatian. Salah satu buktinya adalah buku The Comprehensive Grammar of the English Langauge, yang terdiri atas 1778 halaman, yang acara peluncurannya di buka oleh Margareth Thatcher, pada tahun 1985. Respon yang luar biasa terhadap buku tersebut membuatnya dicetak sebanyak tiga kali dalam tahun yang sama. Buku tata bahasa yang terbaru, The Cambridge Grammar of the English Language, tahun 2002, yang terdiri atas 1842 halaman, ditulis oleh para ahli bahasa yang tergabung dalam tim peneliti internasional dari lima negara.


Pustaka Acuan
Robins, R.H. 1990. A Short History of Linguistics. London: Longman.
Fromkin, Victoria & Robert Rodman. 1998. An Introduction to Language (6th Edition). Orlando: Harcourt Brace College Publishers.
Hornby, A.S. 1995. Oxford Advanced Learner’s Dictionary (5th edition). Oxford: Oxford University Press.
Matthews, Peter. 1997. The Concise Oxford Dictionary of Linguistics. Oxford: Oxford University Press.